Pekanbaru, 20 Oktober 2026 – Danantara Indonesia memperluas portofolio investasi di sektor energi internasional melalui penempatan modal sebesar US$250 juta atau sekitar Rp4,4 triliun pada HighPeak Energy Inc., perusahaan minyak dan gas bumi (migas) yang beroperasi di Permian Basin, Texas, Amerika Serikat.
Investasi tersebut dilakukan melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dengan skema penerbitan saham preferen konvertibel secara bertahap. Langkah ini tidak hanya diarahkan untuk memperluas aset investasi, tetapi juga membuka peluang penguatan kemampuan teknologi dan sumber daya manusia industri migas nasional.
HighPeak Energy merupakan perusahaan yang bergerak dalam kegiatan eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak serta gas bumi. Wilayah operasinya berada di Permian Basin, salah satu kawasan penghasil minyak terbesar di Amerika Serikat.
Berdasarkan informasi Danantara, kawasan tersebut menyumbang sekitar 48 persen dari total produksi minyak mentah Amerika Serikat sepanjang 2025. Produktivitas wilayah ini turut didukung penggunaan teknologi pengeboran horizontal dan rekahan hidrolik (hydraulic fracturing).
Transfer Teknologi Berpotensi Dukung Produksi Migas Nasional
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menilai investasi Danantara pada perusahaan migas Amerika Serikat dapat memberikan manfaat strategis bagi Indonesia, khususnya dalam memperluas akses terhadap teknologi, pengalaman operasional, serta jaringan industri energi internasional.
Penguasaan teknologi pengeboran modern dinilai relevan dengan kebutuhan industri hulu migas Indonesia yang menghadapi tantangan penurunan produksi alamiah pada sejumlah lapangan yang telah beroperasi selama puluhan tahun.
Teknologi pengeboran horizontal dan rekahan hidrolik berpotensi meningkatkan produktivitas sumur tertentu. Namun, penerapannya tetap membutuhkan kajian teknis karena karakteristik batuan dan reservoir setiap wilayah kerja berbeda.
Selain Danantara, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) turut mengumumkan investasi sebesar US$200 juta pada HighPeak Energy. Dengan demikian, total nilai investasi kedua pihak mencapai US$450 juta.
Kerja sama internasional tersebut berpotensi memperluas kesempatan pengembangan kompetensi tenaga profesional Indonesia melalui pelatihan, pertukaran pengetahuan, dan pengalaman operasional pada proyek migas berskala global.
Bagi industri migas nasional, termasuk wilayah penghasil seperti Provinsi Riau, penguasaan teknologi menjadi faktor penting dalam mendukung optimalisasi lapangan produksi dan pengembangan potensi migas nonkonvensional.
Meski demikian, manfaat investasi terhadap peningkatan produksi dalam negeri tidak terjadi secara otomatis. Diperlukan tindak lanjut berupa transfer pengetahuan, kajian kelayakan teknologi, serta penerapan yang sesuai dengan kondisi lapangan di Indonesia.
Melalui investasi strategis tersebut, Danantara diharapkan dapat memperkuat hubungan industri energi Indonesia dengan mitra internasional, sekaligus mendukung peningkatan kapasitas sektor hulu migas dan ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
Sumber: Kompas.com, 12 Oktober 2026 – Danantara Masuk Bisnis Migas AS, Apa Dampaknya bagi Industri Energi RI? | Danantara Indonesia, 6 Oktober 2026 – Siaran pers investasi pada HighPeak Energy. | Bisnis.com, 12 Oktober 2026 – Analisis dampak investasi Danantara terhadap industri hulu migas nasional.
Kategori: Berita Migas | Investasi Energi | Industri Hulu Migas