Pekanbaru, 20 Oktober 2026 – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat kemampuan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi tantangan pengembangan minyak dan gas bumi (migas) nonkonvensional di Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan industri energi nasional dalam memanfaatkan potensi hidrokarbon yang belum dikembangkan secara optimal.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyelenggaraan pelatihan Extended-Reach Drilling (ERD) Well Design for Unconventional Well pada 5–16 Oktober 2026 di Millennium Centennial Center, Jakarta.
Program tersebut diikuti 24 peserta dari sejumlah entitas Pertamina dan SKK Migas, termasuk PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), PT Pertamina EP, serta PT Pertamina EP Cepu.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pertamina Corporate University (PCU), Pertamina Hulu Energi, dan Pertamina Drilling melalui Indonesia Drilling Training Center (IDTC), dengan dukungan mitra teknis internasional Blade Energy Partners.
Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis dalam merancang pengeboran dengan jangkauan lebih panjang, termasuk penerapannya pada pengembangan sumur migas nonkonvensional.
Teknologi dan Kompetensi Jadi Kunci Pengembangan Migas
Vice President Learning Development Pertamina, Yulius S. Bulo, menekankan pentingnya mempersiapkan tenaga profesional sebelum proyek pengeboran memasuki tahap pelaksanaan.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan teknologi pengeboran memerlukan personel yang memiliki pemahaman teknis, kemampuan perencanaan, serta kesiapan menghadapi kompleksitas operasional.
Sementara itu, Vice President Drilling & Well Intervention PHE, Fata Yunus, menjelaskan bahwa Indonesia masih memiliki peluang pengembangan sumber daya hidrokarbon pada lapisan batuan yang berbeda dari reservoir konvensional.
Potensi tersebut memerlukan pendekatan teknologi khusus agar sumber daya migas yang terkandung di dalamnya dapat dievaluasi dan dikembangkan secara efektif.
Sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Argentina, China, dan Australia, telah lebih dahulu mengembangkan kegiatan eksplorasi serta produksi migas nonkonvensional menggunakan teknologi pengeboran dan penyelesaian sumur yang semakin maju.
Pertamina memandang penguasaan teknologi tidak cukup hanya dilakukan melalui penggunaan peralatan dari luar negeri. Pengembangan kemampuan tenaga ahli, industri pendukung, serta pemahaman terhadap kebutuhan operasional juga menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian sektor energi.
Bagi Provinsi Riau, penguatan kompetensi tersebut memiliki relevansi dengan peluang pengembangan migas nonkonvensional di Wilayah Kerja Rokan yang sedang dipersiapkan oleh Pertamina Hulu Rokan.
Melalui peningkatan kualitas SDM dan penguasaan teknologi, Indonesia diharapkan mampu memperluas kegiatan eksplorasi, mengembangkan potensi sumber daya baru, serta memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.
Sumber: ANTARA News Riau, 7 Oktober 2026 – Pertamina Siapkan SDM Garap Potensi Migas Unconventional Indonesia.
Kategori: Berita Migas | Migas Nonkonvensional | Pengembangan SDM