Publikasi

...

Indonesia Punya 128 Cekungan Migas, Baru 20 yang Berproduksi

Selasa, 27 Oktober 2026

Indonesia memiliki cadangan terbukti (proven reserves) minyak bumi sebesar 2,3 miliar barel dan gas bumi mencapai 35 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/TCF). Namun, potensi migas nasional masih memiliki potensi untuk dikembangkan karena dari total 128 basin atau cekungan sedimen yang tersebar di Nusantara, baru 20 yang telah berproduksi.

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, menjelaskan bahwa peluang pengembangan migas Indonesia mencakup tiga tingkatan, yakni optimalisasi 20 cekungan yang sudah berproduksi, pengembangan 43 penemuan di cekungan yang telah dieksplorasi, serta eksplorasi 65 cekungan frontier yang masih menyimpan potensi sumber daya.Hal tersebut disampaikan Rikky dalam acara 51st ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) di The Meru Sanur, Denpasar, Bali, Senin (26/10/2026).

SKK Migas Perkuat Data dan Eksplorasi

Untuk mengurangi risiko eksplorasi, SKK Migas telah menginvestasikan hingga US$ 300 juta sejak 2019 guna memperkaya data di wilayah terbuka. Kegiatan ini mencakup akuisisi data seismik baru, pengolahan ulang data seismik (reprocessing), serta survei mega seismik 2D di Cekungan Bone-Tukang Besi dan Cekungan Kutai.

Selain itu, SKK Migas mendorong pengeboran 12 sumur berdampak tinggi (high-impact wells) pada 2026. Sumur-sumur tersebut mewakili 80% dari target sumber daya sebelum pengeboran. Rencana kegiatan di antaranya pengeboran Blok Bobara dekat Papua oleh Petronas bersama Total E&P pada pertengahan November, serta kolaborasi dengan Pertamina untuk mengeksplorasi 38 sumur.

Potensi Migas Nonkonvensional dan Investasi

Pengembangan migas nonkonvensional (MNK) juga menjadi salah satu upaya meningkatkan potensi sumber daya nasional. SKK Migas telah menandatangani kontrak dengan Pertamina Hulu Rokan untuk Wilayah Kerja Gulamo dan Kelok di Blok Rokan, yang diperkirakan menyimpan potensi sumber daya sebesar 740 juta barel setara minyak (barrels of oil equivalent).

Dari sisi investasi, realisasi investasi hulu migas pada 2025 mencapai hampir US$ 15 miliar, naik 4% dibandingkan 2024. Pada 2026, tiga kontrak blok baru telah efektif dan enam blok tambahan berhasil ditandatangani, termasuk Blok Natuna D-Alpha.

SKK Migas berharap optimalisasi cekungan yang telah berproduksi, pengembangan penemuan, dan eksplorasi wilayah baru dapat mendorong peningkatan produksi migas. Upaya tersebut diharapkan turut memperkuat ketahanan energi nasional dan regional.

Sumber:CNBC Indonesia, 26 Oktober 2026 – RI Punya Cadangan 2,3 Miliar Barel Minyak dan 35 Triliun Kubik Gas.

Kategori: Berita Migas | Hulu Migas | Eksplorasi dan Investasi

Loading...