Pekanbaru, 22 Oktober 2026 – Pengembangan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia terus menunjukkan kemajuan melalui proyek gas North Hub di lepas pantai Kalimantan Timur. Proyek dengan nilai investasi mencapai US$11,8 miliar tersebut ditargetkan mulai menghasilkan gas pada 2028 dan menjadi salah satu pengembangan energi strategis nasional.
North Hub merupakan proyek pengembangan lapangan gas Geng North dan Gehem di kawasan Cekungan Kutai yang dikelola perusahaan energi internasional Eni. Pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi gas bumi sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan energi domestik dan ekspor.
Tahapan konstruksi fasilitas produksi terapung atau Floating Production, Storage and Offloading (FPSO) telah dimulai sejak Juli 2026 di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Fasilitas tersebut akan menjadi pusat pengolahan hasil produksi dari 16 sumur yang terhubung melalui sistem bawah laut.
Gas hasil produksi direncanakan dialirkan menuju Terminal Santan melalui jaringan pipa berdiameter 32 inci sebelum didistribusikan untuk kebutuhan industri dan fasilitas pengolahan gas.
Investasi Hulu Migas Dorong Pengembangan Industri Nasional
Proyek North Hub menjadi bagian dari pengembangan gas laut dalam yang turut didukung pembangunan infrastruktur modern dan pemanfaatan fasilitas energi yang telah tersedia.
Pada Maret 2026, Eni menetapkan keputusan investasi final untuk pengembangan North Hub dan South Hub. Kedua proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2028, dengan kapasitas produksi gabungan saat mencapai tingkat optimal pada 2029 sebesar 2 miliar standar kaki kubik gas per hari serta 90.000 barel kondensat per hari.
Perkembangan proyek ini berlangsung seiring meningkatnya aktivitas investasi hulu migas nasional.
Berdasarkan data SKK Migas, realisasi investasi yang belum diaudit hingga 31 Agustus 2026 telah mencapai US$10,4 miliar atau sekitar Rp179,2 triliun. Sementara itu, target investasi sepanjang 2026 ditetapkan sebesar US$17,9 miliar.
Pengamat energi sekaligus Founder dan Advisor ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, menilai tren peningkatan investasi menunjukkan bahwa industri hulu migas Indonesia masih memiliki daya tarik bagi investor.
Namun, keberhasilan investasi tetap membutuhkan kepastian regulasi, kelancaran pelaksanaan proyek, dan kemampuan menghasilkan tambahan produksi secara berkelanjutan.
Selain memperkuat pasokan gas, pembangunan North Hub berpotensi membuka peluang bagi perusahaan fabrikasi, penyedia jasa pengeboran, industri peralatan, serta tenaga kerja nasional.
Keterlibatan pelaku usaha dalam negeri diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap pertumbuhan industri penunjang migas.
Melalui pengembangan proyek berskala besar tersebut, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan sumber daya gas bumi, memperkuat ketahanan energi, serta menciptakan peluang investasi yang lebih luas bagi industri hulu migas nasional.
Sumber: Media Indonesia, 22 Oktober 2026 – Proyek Gas North Hub Senilai US$11,8 Miliar Ditargetkan Produksi pada 2028. | Eni S.p.A., 18 Maret 2026 – Eni Moves Forward with Major Deep Water Gas Hubs in Indonesia with Dual FIDs. | IDX Channel, 26 Juli 2026 – Proyek Gas North Hub Masuk Tahap Konstruksi, Produksi Perdana Ditargetkan pada 2028.
Kategori: Berita Migas | Proyek Strategis Migas | Investasi Energi