Pekanbaru, 22 Oktober 2026 – Potensi sumber daya mineral dan minyak serta gas bumi (migas) di Tanah Papua dinilai memiliki peran strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, pemanfaatan potensi tersebut perlu didukung investasi berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Seminar Nasional bertema Potensi Mineral dan Migas sebagai Akselerator Pembangunan di Tanah Papua yang diselenggarakan Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Pengurus Daerah Papua dan Papua Barat di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Ketua IA-ITB Papua dan Papua Barat, Hengky Rumbino, menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi dan sosial yang dapat dirasakan masyarakat setempat.
Menurutnya, keberlanjutan investasi perlu berjalan beriringan dengan pengembangan kemampuan tenaga kerja lokal, perluasan kesempatan usaha, serta pemerataan manfaat pembangunan.
Keberadaan proyek berskala besar, seperti kegiatan pertambangan PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua Tengah dan proyek gas Tangguh di Papua Barat, menjadi contoh kontribusi sektor energi dan mineral terhadap aktivitas ekonomi daerah.
Penguatan Infrastruktur dan Kompetensi Tenaga Kerja
Meskipun memiliki sumber daya alam yang melimpah, Papua masih menghadapi sejumlah tantangan dalam menarik investasi baru. Keterbatasan infrastruktur, biaya logistik yang tinggi, serta kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi beberapa persoalan yang memerlukan perhatian.
Direktur sekaligus Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, menilai keberhasilan pengelolaan sumber daya alam tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi, tetapi juga manfaat berkelanjutan yang dihasilkan bagi masyarakat.
Kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui penciptaan lapangan kerja, keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penguatan rantai pasok lokal, serta peningkatan penerimaan daerah.
Dalam sektor hulu migas, seminar turut membahas pentingnya kegiatan eksplorasi dan produksi, pembangunan infrastruktur pendukung, serta keterlibatan badan usaha milik daerah (BUMD) melalui skema hak partisipasi atau participating interest.
Keterlibatan BUMD diharapkan dapat memperluas partisipasi daerah dalam pengelolaan sumber daya migas sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Selain itu, pendidikan dan pelatihan berbasis kebutuhan industri menjadi bagian penting untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal agar mampu berpartisipasi dalam kegiatan eksplorasi, produksi, pengolahan, dan hilirisasi.
Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat, pengembangan potensi mineral serta migas Papua diharapkan mampu mendorong pembangunan yang inklusif, memperkuat perekonomian daerah, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Sumber: Detik News, 21 Oktober 2026 – IA-ITB Dorong Penguatan Investasi & SDM untuk Percepat Pembangunan Papua.
Kategori: Berita Migas | Investasi Energi | Pembangunan Daerah